
NATUNA – Pendekatan humanis dan bernas ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Briptu Wira Ramadhan Putra. Tidak hanya bertugas menjaga kondusivitas wilayah, ia berdiri tegap di atas mimbar Masjid Hajarul Baroqah, Desa Arung Ayam, Kecamatan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, untuk menyampaikan khutbah Jumat, (24/7/2026).
Langkah ini menjadi bukti nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat—bukan sekadar penegak hukum, melainkan pengayom yang merangkul warga hingga ke tempat ibadah.
Dalam khutbahnya, Briptu Wira menegaskan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai pondasi utama pembentukan karakter masyarakat yang harmonis. Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak selalu dibangun lewat tindakan represif, melainkan melalui kesadaran spiritual dan pendekatan persuasif.
”Lewat mimbar ini, saya ingin memangkas jarak antara polisi dan warga. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kami ingin masyarakat memandang Polri sebagai mitra sejajar yang selalu siap melindungi,” tegas Briptu Wira.
Ia menambahkan, strategi khutbah Jumat merupakan implementasi nyata dari pendekatan soft power yang selaras dengan nilai Transformasi Polri Presisi (Prediktif,
Aksi Briptu Wira memantik simpati warga setempat. Andi, salah satu jemaah Desa Arung Ayam, mengaku terkesan dengan kedalaman materi khutbah yang disampaikan. Menurutnya, berdiri di mimbar Jumat membutuhkan kapasitas ilmu keagamaan yang mumpuni, bukan sekadar pemenuhan tugas kepolisian.
Apresiasi tinggi juga datang langsung dari jajaran pimpinan. Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., memuji terobosan religius yang dilakukan anggotanya di wilayah perbatasan tersebut.
”Ini langkah yang sangat positif. Pesan Kamtibmas jauh lebih meresap dan diterima ketika disampaikan secara sejuk melalui pendekatan keagamaan. Gaya pendekatan humanis seperti ini harus menjadi inspirasi bagi personel lainnya di lapangan,” tegas Kapolres Natuna.
Laporan: Hardiansyah
Editor: Edis