
Tajuk – Pantai Piwang seharusnya menjadi wahana interaksi sosial yang sehat, sebuah pusat jajanan kuliner dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat Natuna untuk bersantai menikmati angin laut. Pengakuan Pemerintah Daerah terhadap eksistensi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan ini sudah sangat jelas, terbukti dari kucuran bantuan gerobak usaha yang telah disalurkan.
Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi ideal tersebut mulai terkikis ketika larut malam tiba. Pantai Piwang lambat laun terkesan berubah wajah. Suara musik bersahutan dari spiker digital antar-pedagang yang kerap berlanjut menjadi ajang karaoke hingga larut dan memicu keresahan warga. Puncaknya, aduan masyarakat sampai ke meja Bupati Natuna.
Lewat kesepakatan bersama antar para pedagang kini pemutaran musik saat berjualan resmi dilarang demi menjaga ketertiban.
Langkah tersebut patut diapresiasi, tetapi penertiban suara saja tidaklah cukup.
Pandangan Redaksi Natindonews.com Pemerintah daerah jangan tanggung-tanggung.Jika Pemda Natuna berkomitmen menjadikannya kawasan kuliner keluarga yang tertib dan bernilai ekonomi tinggi, maka kehadiran fasilitas publik yang memadai adalah harga mati.

Redaksi Natindonews.com menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera dieksekusi Pemda.
Pertama penerangan maksimal untuk menepis kesan remang-remang. Kesan “warung remang-remang” tidak akan hilang hanya dengan melarang musik. Area ini butuh cahaya terang. Jika anggaran daerah terbatas, setidaknya pasang penerangan sementara di titik-titik krusial tempat PKL beroperasi. Cahaya yang terang adalah cara paling efektif membendung aktivitas negatif di malam hari.
Yang kedua fasilitas WC umum yang dekat dan layak. Sangat tidak adil membiarkan pedagang dan pengunjung menumpang di WC masjid sekitar, yang sejatinya diperuntukkan bagi jemaah beribadah, hanya karena WC publik Pantai Piwang lokasinya terlalu jauh di tengah lapangan terbuka. Pemda harus membangun WC umum di area dekat sentra kuliner.
Berikutnya adalah ketersediaan air bersih (Sinergi Pemda & PDAM) Sanitasi kuliner membutuhkan air bersih. Pemda Natuna bisa mendorong PDAM untuk memberikan stimulus berupa gratis biaya pemasangan meteran air bagi kelompok pedagang, sementara iuran bulanan tetap ditanggung oleh para pedagang secara proporsional.
Dan yang terakhir pengawasan ketat bebas alkohol imbauan dan razia berkala harus dirutinkan. Jangan pernah beri ruang untuk konsumsi maupun penjualan minuman beralkohol di lokasi Pantai Piwang.
Pantai Piwang adalah wajah kota. Fasilitas yang memadai, penerangan yang cukup, serta aturan yang tegas akan mengembalikan marwah Pantai Piwang sebagai ikon kuliner dan tempat bersantai yang aman, nyaman, serta membanggakan bagi seluruh masyarakat Natuna.
Penulis:
Edi Suroso – Pimred Natindonews.com