Darurat Kesehatan dan Infrastruktur: Kondisi Polindes Desa Tanjung Balau Memprihatinkan, Tak Tersentuh Renovasi Sejak 2013

Darurat Kesehatan dan Infrastruktur: Kondisi Polindes Desa Tanjung Balau Memprihatinkan, Tak Tersentuh Renovasi Sejak 2013

​NATUNA — Kondisi fasilitas pelayanan kesehatan dasar di wilayah perbatasan kembali mendapat sorotan tajam. Bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) Desa Tanjung Balau, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak layak standar pelayanan medis akibat mangkrak belasan tahun tanpa perbaikan.

​Fakta tersebut mengemuka dalam kegiatan reses yang digelar oleh aparat Desa Tanjung Balau pada pukul 08.30 WIB, guna menjaring aspirasi serta keluhan langsung dari masyarakat setempat, Selasa 11 Agustus 2026.

​Bidan Desa Tanjung Balau sekaligus penanggung jawab Polindes, Lora Diantika, menyampaikan laporan resmi mengenai kondisi gedung yang mengancam keselamatan serta kenyamanan pasien. Berdasarkan catatannya, gedung vital tersebut sama sekali tidak pernah tersentuh renovasi sejak tahun 2013.

​Padahal, fasilitas ini memegang peranan sentral sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan ibu, anak, dan masyarakat sehari-hari di Desa Tanjung Balau.

​”Kondisi fisik bangunan saat ini sudah sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak untuk standar pelayanan kesehatan dasar,” ungkap Lora Diantika dalam forum reses tersebut.

Darurat Kesehatan dan Infrastruktur: Kondisi Polindes Desa Tanjung Balau Memprihatinkan, Tak Tersentuh Renovasi Sejak 2013

​Situasi darurat ini dinilai semakin mendesak mengingat wilayah Kecamatan Serasan tengah menghadapi ancaman nyata wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaporkan telah menyerang beberapa desa tetangga.

​Masyarakat dan tenaga kesehatan khawatir kondisi fasilitas yang buruk justru akan melumpuhkan respons cepat penanganan medis, serta menghambat upaya pencegahan dini (preventif) terhadap penyebaran wabah penyakit menular di tengah warga.

​Selain menyoroti krisis fasilitas kesehatan, kegiatan reses ini juga merangkum sejumlah usulan prioritas infrastruktur lainnya demi kesejahteraan warga Desa Tanjung Balau, antara lain, pertama ​pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Warga mendesak realisasi pembangunan TPT sepanjang kurang lebih 60 meter guna mengantisipasi ancaman longsor di permukiman.

BACA JUGA:  Jumat Berkah di Pantai Piwang: Satlantas Natuna Bagi Nasi Kotak, Sambut Bhayangkara ke-80 dengan Rasa Kemanusiaan

​Kedua peningkatan akses air bersih, hal ini merupakan kebutuhan akan ketersediaan air bersih yang layak konsumsi juga menjadi salah satu tuntutan mendesak yang disuarakan masyarakat.

Darurat Kesehatan dan Infrastruktur: Kondisi Polindes Desa Tanjung Balau Memprihatinkan, Tak Tersentuh Renovasi Sejak 2013

​Menanggapi rentetan aspirasi krusial tersebut, Rian Hidayat menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh keluhan warga ke tingkat kabupaten. Ia berjanji akan segera membangun komunikasi serta koordinasi lintas sektoral, khususnya bersama Komisi I DPRD Kabupaten Natuna yang membidangi kesehatan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna.

​Langkah taktis ini diharapkan mampu membuahkan hasil konkret agar renovasi gedung Polindes Desa Tanjung Balau dapat segera dimasukkan dalam skala prioritas anggaran dan direalisasikan secepat mungkin.

 

Laporan : Qloh

Editor. : Edis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *