Benteng Kedaulatan di Ujung Utara Polsek Bunguran Barat Sisir Pulau Terluar Tokong Boro!

Benteng Kedaulatan di Ujung Utara Polsek Bunguran Barat Sisir Pulau Terluar Tokong Boro!

Natuna – Kepolisian Republik Indonesia terus memperketat pengawasan di garis depan Nusantara. Demi menjaga jengkal demi jengkal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Polsek Bunguran Barat Polres Natuna menggelar patroli berkekuatan penuh ke Pulau Tokong Boro salah satu pulau terluar strategis di ujung utara Indonesi pada Sabtu (18/7/2026).

Benteng Kedaulatan di Ujung Utara Polsek Bunguran Barat Sisir Pulau Terluar Tokong Boro!

​Operasi pengamanan wilayah perbatasan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Bunguran Barat, IPTU Raja Oloan Purba, dengan mengerahkan 22 personel Polri serta didampingi Babinsa Desa Selaut. Menggunakan Ferry SB Gajendra Nusantara, tim bertolak dari Pelabuhan Sedanau pukul 07.00 WIB dan berhasil merapat di Pulau Tokong Boro pada pukul 09.10 WIB setelah mengarungi lautan lepas.

Benteng Kedaulatan di Ujung Utara Polsek Bunguran Barat Sisir Pulau Terluar Tokong Boro!

​Setibanya di pulau batu yang berbatasan langsung dengan laut internasional tersebut, personel langsung menggelar apel konsolidasi dan mengibarkan Bendera Merah Putih dengan khidmat. Prosesi ini menjadi simbol mutlak bahwa kedaulatan hukum Indonesia tegak berdiri di wilayah tersebut.

​Petugas kemudian bergerak menyisir seluruh sudut pulau untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal dari pihak asing. Kendati situasi keamanan dipastikan kondusif tanpa adanya ancaman menonjol, tim patroli menemukan catatan krusial terkait infrastruktur negara di sana.

​Lampu suar yang berfungsi sebagai penanda navigasi internasional dan objek vital pulau ditemukan dalam kondisi rusak. Tak hanya itu, bangunan menara serta struktur pembetonan di sekitar pulau mulai hancur akibat abrasi ekstrem, korosi air laut, dan hantaman gelombang tinggi yang terjadi bertahun-tahun. Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian serius dari instansi terkait demi menjaga eksistensi fisik pulau terluar tersebut.

​Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., melalui Kapolsek Bunguran Barat IPTU Raja Oloan Purba menegaskan bahwa kehadiran Polri di pulau-pulau terluar adalah harga mati untuk menjaga keutuhan wilayah sekaligus melindungi kekayaan sumber daya alam Indonesia.

​”Patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi negara hadir di garis depan. Kami berkomitmen penuh meningkatkan pengawasan di perbatasan, memetakan potensi kerawanan, dan mencegah segala bentuk pelanggaran hukum serta kejahatan transnasional di perairan Indonesia,” tegas IPTU Raja Oloan Purba.

​Setelah memastikan seluruh area aman dan mendokumentasikan kerusakan infrastruktur untuk ditindaklanjuti, rombongan kembali bertolak dan tiba di Pelabuhan Sedanau pada pukul 12.30 WIB.

​Melalui operasi taktis yang berjalan aman dan kondusif ini, Polres Natuna kembali mengirimkan pesan kuat kepada dunia internasional: Setiap jengkal tanah dan perairan di ujung utara Indonesia berada dalam pengawasan penuh dan penjagaan ketat.

Editor: Tj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *