
NATUNA – Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharudin, menegaskan komitmennya untuk tidak berkompromi soal kualitas layanan publik. Hal ini dibuktikannya dengan turun langsung menembus medan ekstrem dan jalan terjal berlumpur di Bukit Berangin pada Jumat siang (17/7/2026), demi memastikan kesiapan operasional Embung Sebayar.
Bagi Zaharudin, data di atas kertas tidak boleh ditelan mentah-mentah. Embung Sebayar diproyeksikan menjadi solusi krusial mengatasi krisis air bersih warga saat musim kemarau, sehingga kelayakan teknisnya wajib dibuktikan secara nyata di lapangan sebelum proses serah terima dilakukan.
Didampingi perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV dan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Natuna, Zaharudin memimpin langsung uji kapasitas debit air di bak penampungan.
Ketegasan pihak PDAM terbukti krusial. Pada pengujian pertama, tim menemukan kejanggalan: debit air yang keluar hanya menyentuh angka 39 liter per detik, jauh dari target perencanaan awal sebesar 50 liter per detik. Temuan ini langsung direspons kritis oleh Zaharudin.
”Kami datang untuk memastikan kapasitas air benar-benar sesuai dengan perencanaan. Kami tidak ingin setelah proyek ini diserahterimakan, ternyata kapasitasnya tidak sesuai dan mengecewakan masyarakat. Karena itu, pengujian langsung di lokasi wajib dilakukan,” tegas Zaharudin.
Merespons temuan tersebut, tim teknis BWSS IV segera melakukan penyesuaian pada putaran mesin pompa dari 46 RPM menjadi 50 RPM. Langkah taktis ini membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan pemantauan meteran air pada pipa bawah, debit air melonjak drastis hingga mencapai 56 liter per detiik melampaui target yang direncanakan.
Meski hasil pengujian kedua menunjukkan grafik positif, Zaharudin tidak mau gegabah. Ia mendesak BWSS IV untuk mengirimkan teknisi ahli guna melakukan pengecekan menyeluruh, sekaligus memberikan pelatihan intensif selama dua minggu kepada petugas operasional PDAM sebelum embung resmi difungsikan.
”Kami ingin seluruh sistem benar-benar matang. Begitu jaringan listrik masuk, Embung Sebayar harus langsung tancap gas melayani masyarakat,” imbuhnya.
Zaharudin juga optimistis dengan potensi besar proyek ini. Dengan sumber air baku yang mengalir langsung dari kawasan Gunung Ranai dan ditopang oleh enam aliran sungai, ia berani menjamin bahwa kualitas air dari Embung Sebayar adalah salah satu yang terbaik di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Perjalanan menerobos Bukit Berangin yang menguras fisik ini menjadi bukti nyata bahwa bagi PDAM Natuna, jalan terjal dan rintangan geografis bukanlah penghalang, melainkan tanggung jawab yang harus dituntaskan demi hak air bersih masyarakat. (Tj)