Tagih Janji Politik Cen Sui Lan, Marzuki: Saya Tidak Ingin Beliau Jadi Pemimpin Munafik

Tagih Janji Politik Cen Sui Lan, Marzuki: Saya Tidak Ingin Beliau Jadi Pemimpin Munafik
​Ketengan Foto Ilustrsi

NATUNA – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Marzuki, SH, melontarkan kritik tajam sekaligus peringatan keras kepada Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Sebagai salah satu motor penggerak kemenangan pasangan “Cermin” (Cen Sui Lan – Jarmin) pada Pilkada 2024 lalu, Marzuki mengaku memiliki beban moral yang besar untuk mengawal jalannya pemerintahan.

​Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Natuna ini menegaskan, dirinya tidak akan tinggal diam jika pemimpin yang diusungnya mulai melupakan komitmen yang pernah diobral kepada masyarakat selama masa kampanye.

​”Saya tidak ingin Cen Sui Lan menjadi pemimpin yang munafik,” tegas Marzuki kepada media, ini Minggu 5 Juli 2026 melalui seluler pribadinya.

​Marzuki kemudian mengutip dalil mengenai tiga ciri orang munafik: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat. Ia mengingatkan agar jangan sampai salah satu dari tanda-tanda tersebut melekat pada diri Bupati Natuna saat ini.

​”Semoga Cen Sui Lan bukan orang munafik,” selorohnya sembari menyematkan doa.

​Marzuki menyadari bahwa kondisi keuangan daerah yang kurang stabil saat ini menjadi salah satu hambatan dalam merealisasikan program kerja. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan alasan pembenaran untuk semua janji yang mandek. Banyak komitmen politik yang sebenarnya bisa dieksekusi tanpa harus bergantung pada kekuatan finansial daerah.

​Ia mencontohkan kebijakan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Cen Sui Lan pernah berjanji tidak akan memisahkan pasangan suami-istri sesama ASN dalam penugasan di wilayah yang berbeda.

​”Hal-hal seperti regulasi penataan ASN itu tidak butuh anggaran besar, itu murni kebijakan dan kemauan politik seorang kepala daerah,” cetusnya.

​Selain masalah ASN, Marzuki juga menagih janji strategis lainnya yang hingga kini belum terealisasi setelah satu tahun lebih Cen Sui Lan menjabat. Di antaranya adalah komitmen menekan harga tiket transportasi udara yang melambung tingg, yang dahulu diklaim mudah diatasi karena koneksi luas Cen Sui Lan di pemerintah pusat serta program bantuan sapi untuk masyarakat.

​Lebih lanjut, Marzuki menuntut keberanian moral dari Cen Sui Lan untuk bersikap jujur dan transparan kepada rakyat Natuna. Jika memang belum mampu merealisasikan janji-janji tersebut, Bupati harus menyampaikannya secara terbuka ke publik.

​”Sampaikan saja ke publik kalau memang belum mampu menunaikan janji politiknya dalam masa satu tahun lebih berkuasa ini. Ini penting diungkapkan agar masyarakat paham situasi yang sebenarnya, dan beliau tidak dicap sebagai pemimpin yang munafik,” pungkas Marzuki. (Tj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *