
NATUNA — Di tengah hantaman efisiensi anggaran yang melumpuhkan banyak sektor, langkah berani diambil oleh Anggota DPRD Kepri Dapil Natuna–Anambas, Mustamin Bakri. Politisi Partai Golkar ini dengan tegas pasang badan menyelamatkan urat nadi ekonomi Natuna di jalur vital Pring–Penagi yang sempat tercoret dari daftar perbaikan akibat krisis APBD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Bagi Mustamin, infrastruktur logistik yang menyangkut perut dan hajat hidup rakyat tidak boleh dikompromikan oleh alasan efisiensi birokrasi. Melalui instrumen pokok-pokok pikiran (Pokir), ia mengamankan alokasi anggaran awal sekitar Rp200 juta.

Dengan dana terbatas tersebut, Mustamin mengeluarkan instruksi tanpa kompromi: pengerjaan tambal sulam titik-titik krusial wajib menggunakan spesifikasi material ready mix agar kualitasnya kokoh dan tahan lama, menolak keras pengerjaan asal-asalan yang merugikan masyarakat.
“Proses administrasi sudah rampung dan kontrak kerja dengan pihak ketiga telah diteken Dinas PU. Dalam waktu dekat alat berat langsung turun ke lapangan,” tegas Mustamin, Selasa (1/9/2026).
Mustamin secara khusus menekankan agar pagu anggaran yang terbatas ini dikelola dan dimanfaatkan semaksimal mungkin, menuntut kontraktor dan dinas terkait bekerja profesional tanpa celah penyelewengan. Ia ingin setiap rupiah dari uang rakyat tersebut benar-benar berwujud akses jalan mulus yang mendongkrak kemudahan mobilitas warga dan roda niaga.
“Dengan anggaran yang ada, kita maksimalkan penggunaannya agar masyarakat bisa segera menikmati akses jalan yang layak tanpa hambatan. Jika belum tuntas, tahun depan kita gelontorkan lagi tambahan anggaran lewat Pokir,” pungkasnya. (Tj)