
NATUNA – Kepolisian Resor (Polres) Natuna bersama Pemerintah Daerah, instansi terkait, pelaku usaha, dan masyarakat terus memperkuat sinergi dalam memastikan setiap bahan pangan yang masuk ke wilayah Kabupaten Natuna memiliki mutu yang baik, layak konsumsi, serta memenuhi ketentuan kesehatan dan keamanan pangan.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Curhat bersama Kapolres Natuna yang dilaksanakan di Kopi Jhon, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (25/9/2026) pagi.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla. tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara Kepolisian, pemerintah daerah, instansi teknis, serta para pelaku usaha untuk membahas bersama keberlangsungan dan keamanan distribusi bahan pangan di Kabupaten Natuna.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Natuna menegaskan bahwa upaya pengawasan terhadap bahan pangan yang masuk ke Natuna pada dasarnya merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat.
«“Yang paling utama adalah bagaimana bahan pangan yang sampai kepada masyarakat benar-benar bermutu, layak dikonsumsi dan sehat. Ini bukan semata-mata persoalan administrasi, tetapi menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Kapolres Natuna.»
Menurutnya, Natuna sebagai wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan dan kualitas bahan pangan. Jarak dengan daerah pemasok, ketergantungan terhadap transportasi laut, serta kondisi cuaca menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah, aparat, instansi teknis dan pelaku usaha dinilai sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan baik tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan.
Kapolres juga menyampaikan bahwa keberadaan para pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan pangan di Natuna. Oleh sebab itu, pendekatan yang dikedepankan adalah komunikasi, edukasi, pembinaan dan pencarian solusi bersama, sehingga kepentingan masyarakat dan keberlangsungan usaha dapat berjalan secara seimbang.
«“Kita tidak ingin ada pihak yang merasa dipersulit. Kita ingin semua memahami bahwa tujuan akhirnya sama, yaitu masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman, sehat dan layak konsumsi, sementara distribusi dan aktivitas usaha tetap dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.»
Dalam dialog tersebut, para pelaku usaha juga menyampaikan berbagai kondisi yang dihadapi dalam proses mendatangkan komoditas pangan dari luar daerah, khususnya bahan pangan yang mudah rusak seperti bawang, cabai, sayuran dan buah-buahan.
Mereka berharap adanya komunikasi dan pembinaan yang berkesinambungan dari instansi terkait, sehingga proses distribusi pangan dapat berjalan lancar sekaligus memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang diperlukan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelayanan Karantina, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap komoditas pangan merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya hayati serta mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan maupun penyakit yang dapat memberikan dampak terhadap wilayah Natuna.
Pemeriksaan tersebut, lanjutnya, bukan untuk menghambat aktivitas perdagangan masyarakat, melainkan sebagai langkah perlindungan agar komoditas yang masuk memiliki jaminan keamanan dan tidak membawa risiko bagi lingkungan maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Allazi, menyampaikan pentingnya penguatan sistem transportasi dan distribusi logistik untuk mendukung kelancaran pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Menurutnya, penguatan konektivitas transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat Natuna dapat terpenuhi secara berkelanjutan, khususnya menghadapi kondisi geografis Natuna sebagai wilayah kepulauan.
Jumat Curhat tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama para pelaku usaha dan instansi terkait. Berbagai masukan disampaikan secara terbuka dengan semangat mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Kapolres Natuna berharap komunikasi seperti ini dapat terus dilakukan sehingga setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan sinergi.
«“Pangan bukan hanya tentang barang yang sampai di pasar. Di dalamnya ada kesehatan keluarga, keselamatan masyarakat dan keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Karena itu, mari kita jaga bersama dari hulu sampai ke tangan masyarakat,” tutur AKBP Novyan Aries Efendie.»
Melalui kegiatan tersebut, Polres Natuna bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan pelaku usaha berkomitmen untuk terus membangun ekosistem distribusi pangan yang aman, sehat, bermutu, lancar dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat bahwa bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari mendapatkan perhatian bersama, sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk menjalankan aktivitasnya secara bertanggung jawab.
Polres Natuna mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga pangan Natuna, karena menjaga kualitas pangan berarti turut menjaga kesehatan dan keselamatan generasi hari ini dan masa yang akan datang. (Tj)