
Foto Ilistrasi
NATUNA — Kritik tajam menghantam Bupati Natuna, Cen Sui Lan, terkait realisasi janji kampanyenya yang dinilai jalan di tempat. Sudah hampir 1,5 tahun menjabat sejak dilantik pada 20 Februari 2025, janji manis untuk menurunkan harga tiket pesawat dan menambah rute penerbangan ke wilayah perbatasan ini masih jauh dari panggang api.
Kekecewaan ini memuncak setelah Pemkab Natuna kembali melakukan audiensi ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI di Jakarta pada Selasa (7/7/2026). Langkah tersebut dinilai hanya menjadi “seremonial pengulangan janji” tanpa hasil konkret.
Aktivis sekaligus penggiat media sosial Natuna, Aripin, melayangkan kritik menohok. Ia menyoroti hak menilai yang tidak hanya milik penguasa, tetapi juga milik rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
”Bupati Natuna berhak menilai kinerja ASN Pemda Natuna dengan memberikan lambang jempol ke atas atau dua jempol ke atas sebagai tanda kinerjanya bagus. Sebaliknya, saya sebagai warga juga punya hak menilai kinerja Cen Sui Lan. Dan terkait realisasi janji kampanye menurunkan tiket pesawat, saya berikan Jempol ke Bawah!” tegas Aripin.
Menurut Aripin, isu mahalnya tiket pesawat merupakan jualan utama saat kampanye lalu. Namun, melihat realita hari ini di mana pemerintah daerah masih sebatas “menyampaikan aspirasi” dan “berharap jadi pertimbangan”, ia menilai hasilnya masih nol besar.
Berdasarkan rilis Diskominfo Natuna, Bupati Cen Sui Lan memang menyatakan bahwa transportasi udara adalah kebutuhan mendasar yang memengaruhi mobilitas, logistik, hingga pariwisata daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Namun sayangnya, pertemuan kesekian kalinya dengan Kemenhub tersebut belum menghasilkan komitmen hitam di atas putih, regulasi baru, maupun jadwal kepastian kapan harga tiket akan turun.
Aripin mendesak agar Pemkab Natuna berhenti menggunakan gaya diplomasi normatif. Ia menuntut langkah yang lebih agresif ke pemerintah pusat, seperti, mendesak percepatan subsidi Public Service Obligation (PSO)
“Berikutnya, memberikan insentif riil bagi maskapai yang bersedia membuka rute baru,” tegasnya.
Lanjutnya, Pemkab Natuna harus menetapkan target lini masa yang jelas, bukan sekadar berharap.
”Tanpa aksi nyata, audiensi hanya akan jadi seremoni tahunan yang membosankan. Warga Natuna butuh bukti konkret, bukan sekadar foto bersama di kementerian,” pungkasnya.
Dengan sisa masa jabatan yang terus berjalan, publik Natuna kini menanti apakah Cen Sui Lan mampu membalikkan “jempol ke bawah” dari masyarakat menjadi prestasi yang nyata. (Tj)