IPTU Raja Oloan Purba, Kapolsek Sedanau yang Turun dari Meja, Hadir dengan Senyum Jaga Kamtibmas Humanis

IPTU Raja Oloan Purba, Kapolsek Sedanau yang Turun dari Meja, Hadir dengan Senyum Jaga Kamtibmas Humanis


Kapolsek Bunguran Barat, Ipta Raja Oloan Purba

Natuna  – Kalau tanya warga Sedanau, Pulau Tiga, siapa Kapolsek yang paling sering nongol di warung kopi, di dermaga, atau pas ada hajatan, jawabannya seragam: IPTU Raja Oloan Purba

Sejak memimpin Polsek Sedanau Polres Natuna, ia pilih cara lain menjaga keamanan. Bukan cuma patroli dengan lampu rotator, tapi patroli hati ke hati. Hasilnya: Kamtibmas Sedanau adem, warga dekat sama polisi.

IPTU Raja Oloan Purba tak betah lama di balik meja. Pagi ia ngobrol sama nelayan yang baru sandar. Siang mampir ke sekolah, kasih pesan stop bully dan narkoba. Malam duduk bareng pemuda di pos kamling, sambil ngopi dan dengar keluh kesah.

IPTU Raja Oloan Purba, Kapolsek Sedanau yang Turun dari Meja, Hadir dengan Senyum Jaga Kamtibmas Humanis
Nampak Anggota Polsek Bunguran Barat Menyapa warga Sedanau yang Sembari ngopi Bareng

“Keamanan itu nggak akan tercipta kalau polisi cuma ditakuti. Harus dicintai dulu. Kalau warga percaya, informasi jalan, konflik selesai sebelum meledak,” ujarnya.

Cara itu terbukti. Kasus pencurian kecil, tawuran antar pemuda, sampai sengketa lahan, banyak yang beres di meja musyawarah. Tanpa harus sampai ke BAP panjang. Yang penting adil, cepat, dan bikin kedua belah pihak salaman pulang.

Wajahnya tegas kalau soal hukum. Tapi caranya merangkul. Ada warga yang melaut tanpa izin, ia ajak ngobrol dulu. Kasih pengertian soal aturan, sekalian bantu urus suratnya. Ada anak muda yang nyaris terjerumus narkoba, ia tarik ke kegiatan positif: lomba voli, bersih pantai, sampai ronda bareng.

Saat bulan puasa dan lebaran, ia gerakkan anggotanya bagi-bagi takjil dan sembako ke warga pesisir. Pas banjir rob, Polsek Sedanau jadi posko darurat. Warga bilang: “Polisi datang bawa bantuan, bukan bawa tilang”.

Kiprah IPTU Raja Oloan Purba bikin stigma “polisi itu jauh” runtuh di Sedanau. Dai Kamtibmas, tokoh adat, guru, sampai komunitas sopir, semua masuk dalam jaringan pengamanannya. Ia aktifkan lagi Satkamling, hidupkan ronda, dan pasang nomor 110 di setiap balai desa.

Bagi warga Pulau Tiga, Kapolsek ini bukan cuma aparat. Ia tetangga, kawan diskusi, dan penengah saat ada masalah. Kamtibmas humanis yang ia bangun sederhana: hadir sebelum ada masalah, bukan datang setelah masalah pecah.

Dari dermaga Sedanau sampai ujung Pulau Tiga, pesannya sama. “Keamanan daerah lahir dari kepercayaan. Dan kepercayaan itu, dibangun dari langkah kaki, senyum, dan mau dengar suara rakyat,” tutup IPTU Raja Oloan Purba. (Tj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *