
NATUNA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna dalam melepaskan ketergantungan petani dari tanaman tua bernilai rendah makin nyata. Wakil Bupati Natuna, Jarmin, turun langsung meninjau lokasi pembibitan (nursery) Program Produksi Benih Kelapa Dalam Siap Salur Provinsi Kepulauan Riau di Desa Cemaga Tengah Air Buluh, Kecamatan Bunguran Selatan, Selasa (21/7/2026).
Langkah tegas ini diambil guna memastikan proyek strategis sektor perkebunan—yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Natuna—berjalan tepat sasaran dan berkarakter kualitas tinggi.
Program penyediaan benih unggul ini merupakan intervensi langsung Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dengan dukungan dana APBN 2026. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memicu optimisme baru lewat kesiapan 45.000 bibit kelapa varietas unggul lokal yang dikelola oleh CV Air Bunga. Puluhan ribu bibit ini diproyeksikan menjadi “mesin baru” peremajaan (replanting) lahan-lahan kelapa masyarakat yang sudah kian tidak produktif.
Di sela peninjauan, Wabup Jarmin tidak sekadar mengawasi, tetapi juga berdialog tajam dengan pihak pelaksana dan para petani lokal guna memastikan asas manfaat dari program ini.

“Pemerintah Kabupaten Natuna tegak lurus mendukung setiap program yang dampaknya langsung menyentuh dompet dan kesejahteraan rakyat. Penyediaan bibit unggul ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin program ini berjalan presisi, berdaya guna, dan menjadi pendorong utama kebangkitan ekonomi sektor perkebunan di Natuna,” tegas Jarmin.
Masalah utama komoditas kelapa di Natuna selama ini adalah banyaknya pohon tua yang memangkas produktivitas hasil panen. Kehadiran 45 ribu benih unggul ini hadir sebagai jawaban konkret atas persoalan tersebut.
Salah seorang petani lokal mengungkapkan bahwa jika tidak ada pergeseran tenggat waktu, bibit-bibit berkualitas ini dijadwalkan mulai didistribusikan pada November 2026.
Penyaluran ini mencakup dua skema utama pertama peremajaan tanam dengan mengganti pohon-pohon tua yang sudah mati atau turun produksinya.
Berikutnya perluasan lahan untuk membuka potensi areal baru perkebunan milik masyarakat.
Kunjungan ini menegaskan pesan penting: Natuna tidak main-main dalam menggarap potensi komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Melalui kolaborasi solid antara Pemerintah Pusat, Pemkab Natuna, kontraktor pelaksana, dan masyarakat, peremajaan perkebunan rakyat ini diharapkan memicu lompatan produktivitas yang berkelanjutan di tanah Natuna. (Tj)