
NATUNA – Pukul 00.00 WIB, Pantai Piwang Ranai berubah jadi stadion mini. Minggu 21 Juni 2026 dini hari, ratusan warga, pemuda, dan pecinta bola tumpah ruah. Bukan demo, bukan konser. Ini Nonton Bareng Piala Dunia 2026 garapan Polres Natuna, didukung videotron Dinas Kominfo.
Layar lebar menyala. Belanda vs Swedia jadi hidangan pembuka. Sorak-sorai pecah tiap kali bola mendekat ke gawang. Meski mata mulai berat, semangat warga tak ada matinya sampai peluit panjang.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie turun langsung ke tengah kerumunan. Menurutnya, nobar ini bukan sekadar hiburan. Ini jembatan. Jembatan antara seragam polisi dengan kaos klub bola warga perbatasan.
“Piala Dunia itu bahasa universal. Dia bisa menyatukan beda usia, beda profesi, beda kampung. Kami ingin Polri hadir sebagai teman nonton, bukan cuma penjaga keamanan. Sekaligus tanamkan sportivitas dan cinta olahraga di ujung utara NKRI,” tegas Kapolres.
Bukti nyata: pemuda yang biasanya begadang main HP, malam itu begadang bareng aparat. Teriakan gol, canda, sampai debat tipis soal strategi, semua cair tanpa batas.
Suasana kondusif. Polisi jaga, warga jaga sportivitas. Tak ada rusuh, hanya ada euforia sehat. Videotron dari Diskominfo bikin suasana makin hidup, seolah Belanda vs Swedia main di depan mata. (Tj)