Dibalik Layar Natuna CCTV, Mengenal Said Muktar Adi, Si “Kelinci Kayu” Berhati Hangat yang Jadi Tulang Punggung Informasi Warga

Dibalik Layar Natuna CCTV, Mengenal Said Muktar Adi, Si "Kelinci Kayu" Berhati Hangat yang Jadi Tulang Punggung Informasi Warga

Tokoh – ​Bicara soal penyebaran informasi cepat dan akurat di Kabupaten Natuna, nama Grup Berita Natuna CCTV tentu sudah tidak asing lagi bagi warga setempat. Di balik layar monitor yang aktif memantau dinamika daerah, ada sosok sentral yang mendedikasikan waktu dan energinya untuk menjaga agar informasi tetap jernih dan berimbang: Said Muktar Adi.

​Lahir pada 6 September 1975, pria yang akrab disapa Abib ini merupakan lulusan STAI Natuna dengan gelar S1 Ekonomi Syariah. Namun, perjalanan hidupnya membuktikan bahwa ilmu ekonomi syariah yang mengedepankan prinsip keadilan, ketulusan, dan kemaslahatan umat mampu diterapkannya secara nyata dalam mengelola sebuah komunitas informasi digital.

​Jika dibedah dari sisi kepribadian, Said Muktar Adi memiliki perpaduan karakter yang sangat unik—menyerupai profil Kelinci Kayu berzodiak Virgo.

​Jiwa Penengah yang Teduh: Sebagai representasi Kelinci Kayu, ia dikenal sebagai sosok pembawa damai yang tidak menyukai keributan. Kehadirannya di grup berita kerap menjadi penengah saat terjadi perbedaan pendapat di ruang publik.

​Perfeksionis dan Teliti (Virgo), Latar belakangnya yang teliti membuat pengelolaan informasi di Natuna CCTV selalu terjaga kualitasnya. Ia tidak suka setengah-setengah dan selalu memastikan data yang dibagikan valid serta bermanfaat bagi masyarakat.

​Pekerja Keras Tanpa Pamrih: Sifat rajin, tulus, dan penuh tanggung jawab melekat kuat pada dirinya. Baginya, melayani warga lewat informasi adalah bentuk pengabdian yang dijalani sepenuh hati.

​”Tulang Punggung Adem” untuk Warga Natuna

​Di tengah arus informasi digital yang sering kali panas dan dipenuhi hoaks, sosok Said Muktar Adi hadir sebagai penyeimbang. Ia bukan tipe orang yang suka mencari panggung, namun ketulusan dan konsistensinya membuat warga serta rekan-rekan seperjuangannya menaruh kepercayaan penuh.

​Dengan memegang teguh prinsip kejujuran, ketelitian, dan integritas—sejalan dengan nilai ekonomi syariah yang ditepuh semasa kuliah—ia terus membuktikan bahwa tangan dingin dan hati yang hangat mampu membawa kedamaian sekaligus kemajuan bagi komunitas yang dipimpinnya.

​”Tangan dingin, hati hangat, otak encer, ia bukan yang paling berisik, tapi kehadirannya yang membuat semua lini tetap seimbang.”

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *