
NATUNA – Satintelkam Polres Natuna kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui program Jumat Curhat dan Berkah. Bertempat di Warung Pelantar Pelabuhan Tanjung, Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, pihak kepolisian merangkul para nelayan lokal untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi potensi bahaya di laut, Jumat (24/7/2026).
Diiringi diskusi santai dan sajian hangat, Kasat Intelkam AKP Suranta Surbakti—mewakili Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie—menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata hadirnya Polri sebagai pelindung dan mitra sejajar masyarakat pesisir.
Memasuki cuaca ekstrem musim angin utara di perbatasan, Polres Natuna memberikan instruksi tegas terkait keselamatan melaut. Nelayan diimbau untuk tidak mengabaikan potensi bahaya cuaca buruk yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa.

“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengimbau seluruh nelayan untuk terus memantau pembaruan cuaca dari BMKG dan wajib melengkapi diri dengan alat keselamatan standar sebelum berlayar,” tegas AKP Suranta Surbakti.
Selain faktor cuaca, Satintelkam juga mendorong masyarakat untuk aktif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Warga diminta tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan, baik melalui Bhabinkamtibmas, polsek terdekat, maupun layanan darurat bebas pulsa Call Center Polri 110.
Inisiatif ini menyedot respons positif dari warga pesisir Desa Tanjung. Perwakilan nelayan setempat menilai dialog tatap muka tanpa sekat seperti ini sangat efektif dalam menyerap aspirasi dan memberikan solusi cepat atas kendala yang dihadapi warga di lapangan.
Sejauh ini, situasi di Desa Tanjung terpantau kondusif. Warga menegaskan komitmennya untuk terus berjalan berdampingan dengan Polri demi menjaga keamanan wilayah perbatasan, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibiltas, dan Transparansi Berkeadilan).
Editor: Edis