
TANJUNGPINANG — Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum kritis untuk membedah ketimpangan pembangunan sumber daya manusia di wilayah terdepan Indonesia. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Marzuki, S.H., menegaskan bahwa anak-anak di Kabupaten Natuna dan Anambas berhak mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan kelas satu, setara dengan daerah lainnya.
Dalam ucapan selamat Hari Anak Nasional, Marzuki menyampaikan bahwa masa depan Kepri sangat bergantung pada kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak hari ini, khususnya yang berada di wilayah terluar.
”Anak-anak di Natuna dan Anambas berada di garis terdepan kedaulatan bangsa. Mereka tidak boleh dinomorduakan! Negara harus hadir memastikan mereka mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, gizi yang cukup, serta perlindungan hukum yang maksimal,” tegas Marzuki di Tanjungpinang.
Ia menyoroti tantangan geografis kepulauan yang kerap menjadi alasan klasik lambatnya pemerataan akses layanan dasar anak. Menurut Politisi Gerindra ini, pola pikir tersebut harus diubah secara total.
”Geografis bukan alasan untuk memaklumi keterbelakangan fasilitas. Justru karena mereka tinggal di wilayah perbatasan, keberpihakan anggaran dan program untuk anak-anak Natuna-Anambas harus jauh lebih besar,” ujarnya lugas.
Marzuki juga mengajak para orang tua, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun eksploitasi terhadap anak.
”Kami di Fraksi Gerindra DPRD Kepri berkomitmen terus mengawal kebijakan dan anggaran yang pro-anak. Kita ingin anak-anak di Natuna dan Anambas tumbuh tumbuh menjadi generasi unggul, cerdas, dan percaya diri memimpin daerahnya di masa depan,” pungkasnya. (Tj)