
NATUNA – Tantangan menjaga generasi muda dari ancaman narkoba dan perundungan (bullying) kian nyata. Merespons hal tersebut, Polsek Serasan melalui Polsubsektor Subi bergerak cepat dengan menggelar penyuluhan khusus bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Subi, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, pada Selasa (14/7).
Langkah preventif ini dikemas secara interaktif guna menanamkan kesadaran hukum dan sosial sejak dini kepada para pelajar.
Kegiatan yang berlangsung hangat dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh jajaran guru, pengurus OSIS, dan puluhan siswa. Dua personel Bhabinkamtibmas Polsubsektor Subi, Bripda Afrizon dan Bripda Rizki Ayi Suganda, hadir langsung sebagai pemateri.
Dalam paparannya, Bripda Afrizon menekankan bahwa ancaman terhadap remaja saat ini tidak hanya datang dari dunia nyata, tetapi juga dunia digital.
”Bullying itu bukan cuma soal fisik atau kekerasan yang terlihat mata. Kekerasan verbal, tekanan psikis, pelecehan, hingga teror di media sosial (cyberbullying) juga sangat berbahaya bagi tumbuh kembang mental anak-anak kita,” tegasnya.
Selain mengupas tuntas bahaya laten NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), kedua personel Polri ini juga memberikan tips praktis bagi para siswa agar bijak dan cerdas dalam menyaring informasi di media sosial danwaspada terhadap pergaulan di dunia maya.
“Tidak mudah percaya atau berinteraksi dengan orang asing yang dikenal lewat internet,” tegasnya.
Suasana sosialisasi yang biasanya kaku seketika cair saat sesi kuis interaktif dimulai. Untuk mengukur sejauh mana pemahaman para siswa, Bripda Rizki memberikan berbagai pertanyaan menantang seputar materi yang telah disampaikan.
Para siswa tampak berebut menjawab dengan antusias. Pendekatan persuasif dan bersahabat ini terbukti ampuh membuat materi yang berat menjadi lebih mudah dicerna oleh anak-anak usia SMP.
Melalui aksi jemput bola ini, Polri berharap tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi mampu menyentuh kesadaran terdalam para siswa.
Diharapkan, alumni penyuluhan ini dapat menjadi agen perubahan (pioneer) di lingkungan mereka masing-masing—pelajar yang dengan tegas menolak narkoba, berani menyuarakan penolakan terhadap bullying, serta bersama-sama menciptakan iklim belajar yang aman, sehat, dan harmonis di Kabupaten Natuna. (Tj)