
foto Ilustrasi
NATUNA — Pasar Ikan Ranai kini tengah menghadapi rapor merah terkait tata kelola lingkungan. Masalah kebersihan yang tak kunjung usai memicu desakan kuat dari para pedagang yang menuntut pemerintah daerah segera membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Afrizal, salah seorang pedagang ikan di Natuna, melayangkan kritik tajam terkait kondisi pasar yang kian memprihatinkan akibat absennya sistem pembuangan yang layak.
”IPAL itu harga mati kalau kita mau mengurai permasalahan kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat di pasar ini,” tegas Afrizal.
Selama ini, sisa air pencucian ikan yang mengandung darah dan lemak memicu aroma tak sedap serta berpotensi merusak lingkungan sekitar. Afrizal menekankan bahwa kenyamanan pembeli dan kesehatan pedagang adalah prioritas utama. Jika pasar dibiarkan kumuh, daya beli masyarakat dipastikan akan merosot.
Para pedagang kini mendesak instansi terkait untuk segera merealisasikan pembangunan IPAL dalam skala prioritas anggaran. Masyarakat pasar tidak hanya butuh tempat untuk berjualan, mereka butuh ekosistem kerja yang layak, bersih, dan sehat. (Red)