
Keterangan Foto Ilustrasi
NATUNA – Kondisi memprihatinkan Pasar Ranai yang ditemukan dalam keadaan kotor dan berbau menyengat saat inspeksi mendadak (sidak) oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menuai kritik pedas. Insiden ini dinilai sebagai tamparan keras yang mempermalukan kepemimpinan Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Dalam sidak tersebut, Wagub Kepri mendapati fasilitas publik di pasar andalan masyarakat Natuna itu terbengkalai. Mulai dari toilet atau WC yang tersumbat hingga aroma bau limbah ikan yang menusuk hidung akibat tata kelola kebersihan yang buruk.
Aktivis sekaligus penggiat media sosial Natuna, Arifin, menilai temuan ini sangat memalukan dan menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan dari kepala daerah.
”Ini sangat memalukan. Kejadian ini harusnya menjadi pelajaran berharga bagi Bupati Natuna untuk mengevaluasi total kinerja bawahannya,” tegas Arifin dengan nada masygul, Minggu (5/7).
Arifin menengarai, ketidaktahuan Bupati terhadap kondisi riil di lapangan disebabkan oleh buruknya sistem komunikasi di internal birokrasi pemerintahan daerah.
”Inilah akibatnya kalau bupati hanya duduk di balik meja dan cuma mendengar laporan bawahan yang menganut prinsip ‘Asal Bos Senang’ (ABS). Laporannya selalu yang baik-baik saja, padahal realitanya di lapangan hancur,” sindir Arifin tajam, ” lebih mencengangkan video itu di upload pertama kali di akun resmi pemerintah daerah provinsi Kepri,” tambahnya.
Ia mendesak agar Cen Sui Lan mengubah gaya kepemimpinannya dengan lebih rajin turun ke bawah dan tidak menutup mata terhadap realitas sosial.
”Harusnya bupati sering-sering mendengar dan melek mata melihat apa yang terjadi di lapangan. Baik itu melalui tim kepercayaan yang objektif, maupun dengan membaca keluhan-keluhan langsung dari masyarakat yang marak disampaikan di media sosial. Jangan sampai harus menunggu disidak pejabat provinsi dulu baru sibuk berbenah,” pungkas Arifin. (Tj)