​Menjaga Marwah Kepri dari Kursi Parlemen, Kiprah Marzuki, S.H. Mengawal Pembangunan Daerah

​Menjaga Marwah Kepri dari Kursi Parlemen, Kiprah Marzuki, S.H. Mengawal Pembangunan Daerah

MARZUKI SH KETUA FRAKSI GERINDRA DPRD PROV. KEPRI (FOTO ISTIMEWA)

Catatan Redaksi – ​Bagi sebagian orang, gedung parlemen mungkin identik dengan tumpukan berkas dan rapat-rapat formal yang kaku. Namun bagi Marzuki, S.H., setiap sudut di Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) adalah garis depan perjuangan. Sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra, pria yang dikenal lugas namun santun ini memikul tanggung jawab besar: memastikan setiap rupiah anggaran daerah benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat di bumi segantang lada.

​Sebagai legislator, Marzuki paham betul bahwa fungsi pengawasan (controling) bukan sekadar rutinitas di atas kertas. Baginya, mengawasi pembangunan daerah adalah seni menjaga keseimbangan—antara mendukung percepatan program pemerintah provinsi dan memastikan tidak ada hak-hak rakyat yang terabaikan.

​Tantangan terbesar membangun Kepri terletak pada geografinya yang didominasi oleh lautan (lebih dari 95 persen wilayahnya adalah air). Kondisi ini membuat fungsi pengawasan menjadi berkali-kali lipat lebih menantang. Komitmen inilah yang kerap membawa Marzuki turun langsung ke pulau-pulau, melihat dari dekat proyek infrastruktur yang sedang berjalan, mulai dari pembangunan jalan, fasilitas kesehatan, hingga dermaga rakyat.

​Menjaga Marwah Kepri dari Kursi Parlemen, Kiprah Marzuki, S.H. Mengawal Pembangunan Daerah
Marzuki Saat menerima mandat sebagai ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepri (Foto Istimewa)

​”Membangun Kepri itu tidak bisa dari balik meja di Tanjungpinang saja. Kita harus merasakan bagaimana masyarakat di pulau-pulau pelosok menunggu akses listrik, air bersih, dan transportasi yang layak. Tugas kami di DPRD adalah memastikan janji-janji pembangunan itu terwujud secara merata,” ujar Marzuki dalam sebuah kesempatan.

​Di bawah komandonya, Fraksi Gerindra Kepri dikenal vokal dalam menyuarakan efisiensi anggaran. Marzuki selalu menekankan pentingnya skala prioritas. Di tengah dinamika ekonomi pascapandemi dan tantangan global, ia konsisten mengingatkan eksekutif agar APBD Kepri tidak habis untuk belanja rutin yang bersifat seremonial, melainkan dialokasikan pada sektor padat karya dan penguatan ekonomi akar rumput.

​Latar belakang pendidikan hukum (S.H.) yang melekat pada dirinya membentuk karakter pengawasan yang presisi dan taat asas. Dalam rapat-rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Marzuki dikenal sebagai sosok yang detail. Ia tidak segan mengkritisi proyek pembangunan jika ditemukan indikasi keterlambatan, kualitas fisik yang buruk, atau perencanaan yang tidak matang.

​Menjaga Marwah Kepri dari Kursi Parlemen, Kiprah Marzuki, S.H. Mengawal Pembangunan Daerah
Tegas dalam menyampaikan. pendapat saat rapat (Foto Istimewa)

​Meski tegas, pendekatan yang dilakukan Marzuki tidak bersifat destruktif. Ia memposisikan Fraksi Gerindra sebagai mitra kritis pemerintah. Ketika ada hambatan dalam pembangunan daera, seperti kendala regulasi atau pembebasan lahan, ia justru kerap hadir memberikan solusi hukum dan menjembatani komunikasi antarinstansi. Dedikasi inilah yang membuat figur Marzuki dihormati, baik oleh kawan maupun lawan politik di parlemen.

​Kiprah Marzuki dalam mengawal pembangunan Kepri sesungguhnya adalah manifestasi dari garis perjuangan Partai Gerindra yang selalu menekankan keberpihakan pada rakyat kecil. Baginya, pembangunan fisik seperti jembatan atau gedung megah tidak akan berarti jika tidak diiringi dengan peningkatan kualitas hidup manusia di sekitarnya. Oleh karena itu, ia juga sangat konsen mengawasi sektor pendidikan gratis, beasiswa, dan bantuan modal untuk UMKM lokal.

​Ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat Pulau Dompak, lampu-lampu di ruang kerja Fraksi Gerindra sering kali masih menyala. Di sana, Marzuki masih setia membedah draf anggaran, membaca laporan warga, atau berdiskusi mengenai arah kebijakan daerah.

​Bagi masyarakat Kepri, kehadiran sosok legislator seperti Marzuki, S.H., memberikan secercah ketenangan. Di tengah lautan tantangan pembangunan wilayah kepulauan, ada sosok nakhoda di parlemen yang terus memastikan bahwa kapal besar bernama Provinsi Kepulauan Riau ini tetap berlayar ke arah yang benar: arah kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.

Penulis: Edi Suroso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *