
Foto ilustrasi
NATUNA — Pertanyaan tajam dan menohok dilontarkan oleh salah seorang warga Midai, Heri Bauton, di tengah forum publik terkait nasib uang insentif marbot masjid yang hingga kini tak kunjung jelas pembayarannya. Persoalan krusial ini mencuat ke permukaan dan menuai sorotan tajam lantaran menyangkut hak-hak para penjaga rumah ibadah yang selama ini mengabdi tanpa kenal lelah.
Berdasarkan percakapan di ruang publik yang dihimpun, persoalan ini bermula dari keluhan warga mengenai insentif marbot masjid di wilayah Kecamatan Midai dan Suak Midai. Heri Bauton meralat informasi sebelumnya dan menegaskan bahwa insentif tersebut telah mandek selama 4 bulan, di mana besaran insentif tercatat sebesar Rp250.000 per bulan dan terakhir kali dibayarkan sebesar Rp750.000 pada saat bulan puasa lalu untuk alokasi 3 bulan.
”Semua masjid yang ada di kecamatan Suak Midai dan Midai ini belum ade di bayar setelah bulan puasa kemarin, harusnya nka di bayar bulan 7 Tdi, klau memang sistim pembayaran nya 3 bulan,” ungkap warga dalam percakapan tersebut, Kamis 27 Agustus 2026.
Upaya konfirmasi mendalam telah coba dilayangkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya kepada Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra). Awak media berupaya meminta kejelasan resmi terkait beberapa poin krusial, di antaranya,
– Berapa jumlah pasti marbot yang harus dibayar di Natuna?
– Bagaimana kejelasan penyaluran insentif yang macet selama belum dibayar dan berapa besaran per bulannya?
– Bagaimana sistem dan mekanisme pembayaran yang sebenarnya dari Pemkab?
Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, pihak Kabag Kesra Pemkab Natuna bungkam seribu bahasa dan belum memberikan respons maupun jawaban resmi atas konfirmasi yang dikirimkan. Sikap tutup mulut dari pejabat berwenang ini tentu memicu kekecewaan mendalam dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Publik kini menuntut transparansi dan gerak cepat dari Pemkab Natuna. Jangan sampai para marbot yang menjadi garda terdepan memakmurkan rumah ibadah malah diabaikan hak-hak finansialnya di tengah situasi ekonomi yang semakin mendesak.(Tj)