
NATUNA — Aksi sabotase membahayakan terjadi di kawasan hutan Gunung Ceruk, Kabupaten Natuna. Diduga sengaja dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi, ditemukan sejumlah jebakan berupa kayu runcing yang dipasang di jalur lintasan utama warga.
Temuan ini sontak memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat, khususnya para pencari madu hutan dan buah kembang semangkok yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan.
Said Muhtar Adi, atau yang akrab disapa Abib Jong, salah seorang pencari madu hutan setempat, mengecam keras tindakan tidak terpuji tersebut. Menurutnya, aksi pemasangan ranjau kayu runcing ini bukan sekadar bentuk kecurangan dalam mencari rezeki, melainkan tindakan kriminal yang berpotensi merenggut nyawa manusia.

”Perbuatan ini sangat-sangat tidak bertanggung jawab dan sangat merugikan orang lain. Ini bisa menyebabkan kecelakaan fatal hingga menciderai sesama pencari rezeki. Padahal saat ini masyarakat sedang giat-giatnya masuk hutan untuk mengambil madu dan buah kembang semangkok,” ujar Abib Jong dengan nada tegas, Rabu (19/8/2026).
Abib menduga, oknum pelaku sengaja memasang jebakan mematikan tersebut agar tidak ada warga lain yang bisa masuk ke area hutan dan hanya dirinya sendiri yang dapat menguasai hasil hutan di kawasan tersebut.
Tindakan semacam ini dinilai sudah sangat egois, tidak beradab, dan mencederai rasa kebersamaan antarwarga yang selama ini hidup berdampingan dalam mencari nafkah.
Mewakili suara warga dan para pencari hasil hutan lainnya, Abib Jong secara terbuka memohon kepada aparat penegak hukum, mulai dari tingkat desa hingga kepolisian yakni Kepala Desa, Sekretaris Desa, Babinsa, serta pihak Kepolisian setempat untuk segera turun tangan.
Warga mendesak agar pihak berwenang dapat menyelidiki, melacak, serta menangkap pelaku di balik teror kayu runcing ini. Keberadaan pelaku dinilai sangat mengancam keselamatan umum dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di masyarakat Desa Ceruk.
Hingga berita ini terbit, belum terdapat adanya laporan dari masyarakat yang menjadi korban akibat ulah pelaku yang sengaja tidak ingin berbagi rezeki dengan masyarakat lainya. Namun adanya rancau kayu runcing ini, membuat masyarakat takut dan was-was saat mencari rezeki di hutan. (Tj)