Jalan Menuju Pelabuhan Binjai Natuna Rusak Parah, Warga Mengeluh, “Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!”

Jalan Menuju Pelabuhan Binjai Natuna Rusak Parah, Warga Mengeluh, "Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!"

​NATUNA — Akses vital penunjang perekonomian masyarakat menuju Pelabuhan Binjai, Kabupaten Natuna, berada dalam kondisi memprihatinkan. Ruas jalan kabupaten yang menjadi jalur utama penghubung dari Ranai maupun sebaliknya, atau sebelum masyarakat menggunakan fasilitas penyeberangan ke Sedanau, sekarang terlihat penuh lubang dan genangan air serta terlihat tumbuh rerumputan ditengah jalan menjadi lintasan “ranjau” darat akibat kerusakan yang sangat parah.

Jalan Menuju Pelabuhan Binjai Natuna Rusak Parah, Warga Mengeluh, "Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!"

​Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang menganga berukuran besar dengan kedalaman bervariasi. Kondisi ini praktis berpengaruh besar terhadap kelancaran lalu lintas, menyiksa para pengendara, serta memicu kemarahan publik yang merasa diabaikan oleh pemerintah daerah.

​Heru, salah seorang warga pengguna jalan tersebut merasa seolah melintasi jalur neraka dan tidak mampu lagi menyembunyikan

Jalan Menuju Pelabuhan Binjai Natuna Rusak Parah, Warga Mengeluh, "Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!"

kekesalannya. Dengan nada tinggi, dirinya menggerutu, ia mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna untuk tidak bersikap pasif dan menunggu jatuhnya korban jiwa baru bergerak melakukan perbaikan.

​”Kalau Pemeribtah tak mampu atau tak mau mengerjakan, tinggal serahkan saja kepada pemerintah pusat!” tegasHeru, Warga Pengguna Jalan nampak marah.

​Keresahan serupa turut disuarakan oleh warga lainnya. Mereka menegaskan bahwa ruas jalan tersebut bukan sekadar lintasan biasa, melainkan urat nadi pertumbuhan ekonomi rakyat di wilayah kepulauan tersebut.

Jalan Menuju Pelabuhan Binjai Natuna Rusak Parah, Warga Mengeluh, "Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!"

Kerusakan infrastruktur ini secara langsung berdampak pada tingkat kesulitan distribusi logistik dan aktivitas harian warga yang bergantung pada jalur penyeberangan Binjai–Sedanau.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Natuna untuk segera turun tangan melakukan perbaikan darurat maupun permanen secara transparan dan cepat, sebelum kesabaran warga benar-benar habis. (Tj)

BACA JUGA:  Jalan Poros Desa Payak "Mati Suri", Warga Tagih Janji Pembangunan di Reses DPRD Natuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *