Jalan Poros Desa Payak “Mati Suri”, Warga Tagih Janji Pembangunan di Reses DPRD Natuna

Jalan Poros Desa Payak "Mati Suri", Warga Tagih Janji Pembangunan di Reses DPRD Natuna

​NATUNA — Aspirasi tanpa kompromi disuarakan oleh masyarakat Desa Payak, Kecamatan Serasan Timur. Dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Natuna Dapil II, Rian Hidayat, warga secara tegas mendesak pemerintah daerah dan provinsi untuk segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur vital yang selama ini terabaikan.

​Tokoh masyarakat Desa Payak, Harto, membeberkan fakta memprihatinkan terkait kondisi jalan poros yang menjadi urat nadi perekonomian desa. Sepanjang kurang lebih dua kilometer, jalan penghubung strategis yang menghubungkan Desa Payak dengan desa lain serta ibu kota kecamatan ini, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

​”Setiap ada anggota DPRD, baik kabupaten maupun provinsi yang berkunjung ke Desa Payak, masalah jalan ini selalu menjadi harga mati yang kami sampaikan. Kami berharap aspirasi ini benar-benar mendapat perhatian serius,” tegas Harto di hadapan ratusan warga yang hadir.

​Senada dengan hal tersebut, masyarakat mengakui bahwa kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang selama beberapa tahun terakhir ini telah menyulitkan mobilitas warga. Bahkan, warga secara swadaya kerap melakukan gotong royong untuk menimbun titik-titik jalan yang berlubang agar tetap bisa dilalui. Selain akses jalan, ketiadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi keluhan utama yang mendesak untuk segera dipenuhi.

​Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Payak, Bapak Muhsin, mengakui bahwa saat ini kondisi keuangan daerah baik kabupaten maupun provinsi memang tengah mengalami defisit. Meski demikian, pemerintah desa dan masyarakat tidak akan berhenti bersuara. Momentum reses ini menjadi titik tekan agar eksekutif dan legislatif tidak jenuh untuk terus memperjuangkan usulan pembangunan Desa Payak.

​”Kami berharap melalui pemberitaan ini, aspirasi kami dapat menggugah perhatian Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten. Pembangunan jalan ini sangat vital untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kami, agar akses menuju pasar dan pusat ekonomi lainnya menjadi lebih lancar,” ujar salah satu perwakilan masyarakat yang hadir dalam forum reses tersebut.

​Kegiatan reses yang menyerap langsung keluhan akar rumput ini berlangsung khidmat dan interaktif, dihadiri oleh jajaran staf desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan ibu-ibu setempat. Warga berharap, pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan ini bukan lagi sekadar janji, melainkan kenyataan yang segera direalisasikan.

Laporan : Qloh

Editor.    : Edis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *