
NATUNA — Panggung politik dan sosial Kabupaten Natuna mendadak memanas. Tokoh legendaris kota Ranai yang akrab disapa BG alias Bujang Gondrong, secara resmi menyatakan dirinya siap bergabung dengan komunitas vokal Raja Tupai. Tak sekadar bergabung, langkah awal gerakan ini langsung ditandai dengan aksi hearing (dengar pendapat) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna untuk segera memanggil Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Langkah tegas ini diambil menyusul tanda tanya besar publik terkait keabsahan perjalanan dinas atau kunjungan kepala daerah ke Negeri Tirai Bambu (Tiongkok) yang dinilai minim transparansi, serta kejelasan izin prinsip dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).
”Sudah lama keterbukaan publik ini digungkan oleh pemerintah pusat dalam undang-undang. Jangan coba-coba untuk menutup informasi untuk kami masyarakat!” tegas Bujang Gondrong dengan nada berapi-api kepada awak media, Senin (10/10/2026).
Sebagai sosok yang disegani dan sangat mengenal dinamika akar rumput di Ranai, turun gunungnya Bujang Gondrong ke gelanggang pergerakan sosial membawa sinyal kuat. Kehadirannya di dalam barisan Raja Tupai diprediksi bakal menjadi daya gedor baru yang membuat para pemangku kebijakan di Gedung DPRD Natuna tidak bisa lagi bersikap pasif.
Komunitas Raja Tupai dan Bujang Gondrong satu suara, DPRD Natuna harus paham fungsi kontrolnya. Lembaga legislatif diminta untuk tidak main-main dan segera merespons desakan rakyat guna meminta penjelasan komprehensif dari Bupati Cen Sui Lan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).
Kini, bola panas berada di tangan para wakil rakyat di DPRD Natuna. Apakah mereka bernyali untuk segera menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap Bupati Natuna demi menjawab keresahan publik, atau justru memilih bungkam di bawah tekanan kekuasaan?
Satu hal yang pasti, bergabungnya Bujang Gondrong bersama Raja Tupai menandakan bahwa masyarakat Natuna tidak akan tinggal diam ketika hak atas keterbukaan informasi publik dicederai. (Tj)