
NATUNA — Program prioritas nasional yang seharusnya berjalan optimal justru menuai sorotan tajam di daerah. Sebuah bangunan yang disebut-sebut diproyeksikan sebagai lokasi operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mendadak viral dan menuai tanda tanya besar dari masyarakat akibat kondisinya yang memprihatinkan dan diduga tak pernah digunakan.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, fasilitas tersebut terletak di Jalan Arung Datuk Karya, RT 02/RW 01, Desa Sededap, Kecamatan Pulau Tiga. Alih-alih berfungsi sebagai pusat penunjang gizi masyarakat atau anak-anak sekolah, bangunan itu justru menampilkan pemandangan yang tak layak.
Dari informasi yang dihimpun, konstruksi bangunan yang memadukan tembok dan panel GRC tersebut tampak mengalami kerusakan di sejumlah titik. Sejumlah bagian bahkan terlihat berlubang, mengindikasikan kurangnya perawatan atau mangkrak sejak awal pendiriannya. Warga setempat menyoroti tajam lokasi ini lantaran dinilai tidak menunjukkan tanda-tanda pernah difungsikan untuk operasional program MBG sebagaimana mestinya.
Kondisi ini sontak memicu tanda tanya publik mengenai perencanaan, pengawasan, hingga efektivitas pemanfaatan anggaran dalam penyediaan fasilitas penunjang program strategis tersebut. Publik mendesak instansi berwenang maupun pihak-pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi terbuka terkait status hukum, kepemilikan, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari proyek bangunan di Pulau Tiga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Natuna guna mendapatkan penjelasan resmi di balik mangkraknya bangunan yang kini menjadi sorotan tajam warga.
Redaksi akan terus telusuri siapa pemilik atau pengelola Dapur MBG tersebut.
(Tj)