
NATUNA — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-27 menjadi momentum kritik tajam bagi tata kelola sektor kelautan dan perikanan daerah. Pengusaha perikanan lokal Natuna, Afrizal, menyampaikan tantangan terbuka kepada Bupati Natuna, Cen Sui Lan, untuk berani mengambil langkah berani dan terukur demi mengoptimalkan potensi laut Natuna yang selama ini dinilai belum menyejahterakan masyarakat lokal.
Afrizal menyoroti ironi besar yang dialami Natuna. Berada di wilayah strategis Jalur Rempah Laut dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, kekayaan laut Natuna seolah hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Menurutnya, meski usia kabupaten sudah menginjak 27 tahun, sektor perikanan belum mampu menjadi motor utama kesejahteraan daerah.Tantangan Eksekusi Kajian ANRC senilai Rp15 Triliun

Secara khusus, Afrizal menantang Bupati Cen Sui Lan untuk tidak sekadar menjalankan kebijakan rutin, melainkan berani mengimplementasikan hasil kajian ilmiah dari Academic & National Research Center (ANRC). Kajian tersebut mencatat bahwa potensi ekonomi sektor laut dan perikanan Natuna mampu menembus nilai fantastis hingga Rp15 Triliun.
”Sudah 27 tahun Natuna berdiri, tetapi potensi laut yang begitu melimpah belum benar-benar dirasakan manfaatnya oleh daerah dan nelayan lokal. Kami menantang Bupati Natuna untuk berani mengambil kebijakan strategis berbasis kajian ANRC sebesar Rp15 Triliun ini. Natuna butuh keberanian politik dan eksekusi nyata, bukan sekadar retorika tahunan,” tegas Afrizal, 11 Oktober 2026 sehari jelang perayaan HUT Kabupaten Natuna.
Beberapa poin utama yang didorong oleh kalangan pelaku usaha perikanan antara lain
Membangun industri pengolahan hasil laut di Natuna agar nilai tambah (added value) berputar di daerah, bukan dibawa keluar dalam bentuk bahan mentah.
kemudian memastikan regulasi berpihak pada armada kapal dan nelayan daerah agar mampu bersaing dengan kapal-kapal besar luar kawasan.
” Yang terakhir adalah mengintegrasikan kajian akademis ANRC ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) secara terukur,” tegasnya.
Tantangan ini menjadi ujian penting bagi kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan di momen refleksi 27 tahun Natuna: apakah pemerintah daerah berani mengambil momentum ini untuk memutar arah kebijakan kelautan demi kesejahteraan nyata rakyat Natuna. (Tj)