Gandeng 95 Pemuda Lokal, BPS Natuna Mulai Potret Kondisi Ekonomi Warga Lewat 39 Pertanyaan

Gandeng 95 Pemuda Lokal, BPS Natuna Mulai Potret Kondisi Ekonomi Warga Lewat 39 Pertanyaan

NATUNA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Natuna punya cara segar untuk memperbarui data kesejahteraan warganya. Memasuki pertengahan tahun 2026, BPS Natuna resmi menerjunkan 95 pemuda-pemudi lokal untuk turun langsung ke lapangan, menyapa, dan memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat hingga ke pelosok wilayah.

​Pilihan melibatkan anak daerah ini bukan tanpa alasan. Kehadiran wajah-wajah familier diharapkan bisa mencairkan suasana, sehingga warga tidak merasa canggung saat diwawancarai.

​Meski dibawakan dengan pendekatan yang santai, pendataan ini sebenarnya cukup detail. Para petugas dibekali 39 variabel pertanyaan untuk melihat gambaran utuh setiap keluarga—mulai dari kondisi rumah, fasilitas harian, pendidikan, kesehatan, hingga kepemilikan aset.

Gandeng 95 Pemuda Lokal, BPS Natuna Mulai Potret Kondisi Ekonomi Warga Lewat 39 Pertanyaan

Kepala BPS Kabupaten Natuna Wahyu Dwi Sugianto

​Kepala BPS Kabupaten Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, mengingatkan bahwa hasil akhir dari pendataan ini punya peran yang sangat krusial. Data yang terkumpul akan langsung dikirim ke pemerintah pusat dan menjadi acuan utama dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima program bantuan sosial (bansos).

​Karena dampaknya yang besar bagi masyarakat sendiri, Wahyu meminta kerja sama penuh dari warga untuk memberikan jawaban apa adanya, tanpa ada yang ditutupi atau dilebih-lebihkan.

​”Saya berharap masyarakat menjawab jujur sesuai keadaan dan kondisi masing-masing keluarga,” ujar Wahyu Dwi Sugianto dengan tegas.

​Ia menambahkan, “Data BPS ini menjadi acuan terakhir bagi pemerintah pusat yang digunakan untuk penilaian klaster masyarakat penerima bantuan dan fungsi strategis lainnya.”

​Selama ini, masalah bantuan yang tidak tepat sasaran sering kali berakar dari data lapangan yang kurang akurat. Lewat verifikasi 39 poin pertanyaan ini, BPS Natuna ingin memastikan data yang disajikan benar-benar bersih dan objektif.

​Masyarakat pun diimbau untuk menyambut para petugas dengan tangan terbuka. Satu jawaban jujur dari warga hari ini sangat berarti untuk memastikan bantuan pemerintah di masa depan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Yuk, sukseskan pendataan ini dengan transparansi! (Tj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *