
foto ilustrasi
NATUNA – Kelangkaan beras Bulog di beberapa toko eceran mulai dikeluhkan oleh masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Natuna. Merespon jeritan warga, Kepala BULOG Kantor Cabang Natuna, Pencius Siburian, angkat bicara dan membeberkan kondisi riil stok pangan saat ini.
Pencius menerangkan bahwa stok beras yang tersisa di gudang Bulog Kantor Cabang Natuna saat ini sebanyak 100 ton.
”Stok yang tersedia saat ini merupakan persediaan kami untuk program Bantuan Pangan Alokasi bulan Juli 2026 dan Cadangan Beras Pemerintah. Artinya, stok beras [cadangan] harus tetap ada,” tegas Pencius, Rabu (15/7/2026).
Pencius mengakui menipisnya stok ini dipicu oleh keterlambatan pengiriman armada laut akibat cuaca buruk yang melanda perairan.
Untuk mengatasi kelangkaan ini, pihak Bulog Natuna sebenarnya telah mengajukan tambahan pasokan sebanyak 1.000 ton beras—masing-masing 500 ton mendatangkan dari Tanjungpinang dan 500 ton dari Batam.
”Harusnya hari Selasa kemarin beras sudah sampai di Natuna, namun terkendala cuaca di laut yang tidak mendukung,” ungkapnya.
Upaya Distribusi dan Kondisi Gudang Sedanau Kendati diterjang kendala alam, Bulog memastikan proses distribusi terukur tetap berjalan. Pasokan tambahan sebesar 500 ton saat ini sudah dalam proses perjalanan untuk disalurkan melalui mitra resmi Bulog dengan rincian, Ranai 350 ton dan Sedanau 150 ton.
Sementara itu, untuk kondisi di Gudang Sedanau, Pencius merinci stok yang tersisa saat ini ada 93 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 73 ton beras untuk Bantuan Pangan alokasi Juli 2026 dan sisanya Cadangan Beras Pemerintah, sehingga total stok di Sedanau aman untuk sementara waktu.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik (panic buying), karena Bulog berkomitmen mempercepat distribusi begitu kondisi cuaca di laut kembali bersahabat. (Tj)