Uji Nyali di Laut Perbatasan, Kasi Intel Kejari Natuna Buktikan Sendiri Kekayaan Bahari Ujung Utara NKRI

Uji Nyali di Laut Perbatasan, Kasi Intel Kejari Natuna Buktikan Sendiri Kekayaan Bahari Ujung Utara NKRINATUNA — Gembar-gembbor tentang melimpahnya kekayaan laut Natuna yang kerap menghiasi laman media nasional rupanya memicu rasa penasaran Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Natuna, Aditya Syaummil Patria, SH, MH. Baru beberapa bulan menapakkan kaki di wilayah perbatasan NKRI ini, Aditya memilih cara yang tidak biasa untuk mengisi akhir pekannya: langsung turun ke laut, menantang ombak, dan membuktikan mitos kesuburan laut Natuna.

​Tidak sendirian, Aditya memboyong Kasubsi Intelijen Ryan dan Kasubsi Datun Yusron Kejari Natuna, serta menggandeng beberapa awak media siber lokal. Sinergi informal ini dibalut dalam aksi berburu strike di perairan utara Indonesia.

​Bukan menggunakan kapal mewah, rombongan korps Adhyaksa dan kuli tinta ini justru memilih menyewa pompong—kapal kayu khas nelayan setempat. Langkah ini sengaja diambil untuk merasakan langsung sensasi dan denyut nadi kehidupan nelayan perbatasan.

Uji Nyali di Laut Perbatasan, Kasi Intel Kejari Natuna Buktikan Sendiri Kekayaan Bahari Ujung Utara NKRI

​Berbekal umpan cumi-cumi segar, petualangan dimulai. Namun, Laut Natuna Utara langsung menyuguhkan karakternya yang keras. Gelombang laut yang lumayan kencang sempat menguji ketahanan fisik rombongan.

​Spot pertama yang dituju adalah perairan di dekat Pulau Senoa. Sayang, di titik ini keberuntungan belum memihak; joran masih bergeming dan hasil tangkapan minim.

​Enggan pulang dengan tangan hampa, atas panduan jeli dari pemilik pompong yang paham betul peta laut lokal, nakhoda memutuskan menggeser haluan agak jauh ke tengah laut. Keputusan ini menjadi titik balik.

Uji Nyali di Laut Perbatasan, Kasi Intel Kejari Natuna Buktikan Sendiri Kekayaan Bahari Ujung Utara NKRI

​Di spot kedua inilah, “surga” bawah laut Natuna membuktikan reputasinya. Begitu umpan dilempar, ketegangan langsung mencair berganti keseruan. Joran dan tali pancing bergantian disambat oleh ikan-ikan karang berukuran menjanjikan. Pekikan semangat pecah di atas pompong setiap kali strike berhasil ditarik ke permukaan.

​Rasa pening dan lelah akibat guncangan gelombang kencang seketika sirna. Pompong yang tadinya tenang, berubah riuh oleh kepuasan berburu hasil laut. Sore itu, rombongan berhasil membawa pulang hasil tangkapan yang lumayan banyak.

​Bagi Aditya Syaummil Patria, perjalanan ini bukan sekadar rekreasi akhir pekan. Ini adalah pembuktian nyata bahwa potensi maritim di wilayah tugas barunya memang luar biasa, sekaligus menjadi momen hangat untuk mempererat sinergi antara penegak hukum dan insan pers di tapal batas negara. (Tj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *