
NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna dinilai gagal memanfaatkan potensi daerah dan kalah progresif dibanding wilayah pemekarannya, Kabupaten Kepulauan Anambas. Kritik keras ini dilayangkan oleh aktivis media sosial Natuna, Aripin, yang menyoroti tajamnya krisis lapangan kerja di tanah “induk” tersebut.
Kritik ini dipicu oleh keberhasilan Bupati Anambas, Aneng, yang sukses memaksa perusahaan migas mengalokasikan 40 persen lowongan kerja untuk warga lokal. Kontras dengan pencapaian tersebut, Pemkab Natuna hingga kini gagal menghadirkan investasi besar, baik di sektor perikanan maupun pariwisata. Akibatnya, pemuda Natuna terpaksa merantau ke Jepang sebagai buruh non-skill demi bertahan hidup.
”Dulu kita satu rumah. Sekarang Anambas sudah mampu menekan perusahaan migas, sementara Natuna perusahaannya saja tidak punya,” cetus Aripin kepada Natindo, Selasa (22/4/2026).
Aripin menegaskan, ketertinggalan Natuna murni disebabkan oleh lemahnya inovasi dan keberanian politik dari pimpinan daerah, bukan karena minimnya potensi alam. Ia mendesak Bupati Natuna segera mengeksekusi kebijakan nyata, bukan sekadar janji politik.
”Ibu Bupati, kami tidak butuh keajaiban. Ciptakan satu pabrik ikan atau satu kawasan wisata berskala besar. Buktikan bahwa induk tidak lebih lemah dari anaknya,” tegas Aripin.
Hingga berita ini dirilis, redaksi Natindo masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Natuna atas tudingan tersebut.(Red)