
BATAM — Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Batam tak hanya memadamkan lampu, tetapi juga menyalakan emosi warga. Menanggapi kekecewaan publik, Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, menegaskan bahwa suara kritis warga adalah hak sah dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar amarah tersebut tidak berubah menjadi provokasi liar yang justru merugikan masyarakat dan daerah sendiri.
Iman memahami betul kejengkelan warga akibat terganggunya aktivitas sehari-hari. Menurut politisi Partai Gerindra ini, kritik keras terhadap penyedia layanan publik sangat dibutuhkan sebagai pecut evaluasi agar kualitas pelayanan segera membaik.
”Silakan mengkritik. Kritik itu bagian dari demokrasi dan bahan evaluasi agar pelayanan publik makin baik,” ujar Iman.
Meski membuka pintu kritik seluas-luasnya, Iman meminta warga tetap berkepala dingin. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada spekulasi, rumitnya simpang siur informasi, atau narasi tidak terverifikasi yang hanya memperkeruh suasana.
Imbauan ini sejalan dengan arahan Polda Kepri agar ruang digital tidak dipenuhi hoax yang memicu kegaduhan.
”Jangan sampai kritik berubah jadi provokasi, menyebarkan informasi yang belum tentu benar, atau menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sisi humanis lain yang disoroti Iman adalah dampak jangka panjang bagi warga Batam sendiri. Sebagai wilayah perbatasan strategis dan salah satu motor utama investasi Indonesia, stabilitas Batam adalah mata pencaharian bersama.
Iman meminta warga untuk menyelesaikan masalah internal ini di dalam negeri melalui institusi dan mekanisme hukum yang berlaku, tanpa harus mengumbar narasi negatif di panggung internasional yang bisa merusak citra investasi Batam.
”Persoalan ini harus kita selesaikan bersama di dalam negeri. Jangan mengumbar persoalan bangsa ke dunia internasional dengan narasi yang justru memperburuk citra Batam,” kata Iman. “Kita ingin dunia melihat bahwa Indonesia mampu menyelesaikan persoalannya secara profesional dan bermartabat.”
Mengapresiasi langkah cepat Polda Kepri dan Bareskrim Polri yang sedang menyelidiki penyebab blackout, Iman mengajak warga menjadikan insiden gelap ini sebagai momentum untuk bersatu dan mendorong pembenahan total sistem kelistrikan.
”Mari kita kawal perbaikan sistem kelistrikan dengan kritik yang membangun, menjaga persatuan, serta bersama-sama menciptakan ruang digital yang santun dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Tj)