KEJARI NATUNA GUNCANG 81 TAHUN HARI LAHIR KEJAKSAAN DENGAN DOA ANAK YATIM DAN TEKAD PENEGAKAN HUKUM TANPA KOMPROMI

KEJARI NATUNA GUNCANG 81 TAHUN HARI LAHIR KEJAKSAAN DENGAN DOA ANAK YATIM DAN TEKAD PENEGAKAN HUKUM TANPA KOMPROMI

​Natuna – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 dengan cara yang tidak biasa. Di balik khidmatnya doa bersama anak yatim di Mushola Subulusalam, Selasa (1/9/2026), terselip pesan moral yang tajam: institusi penegak hukum ini menolak melemah dan siap memperketat taring penegakan hukum di garda terdepan NKRI.

​Peringatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Natuna ini dimulai sejak Magrib berjamaah. Namun, di balik kehangatan interaksi dan penyerahan santunan sembako kepada puluhan anak yatim, tersirat garis komando yang tegas. Doa bersama bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum pembersihan niat dan pengokohan mental bagi seluruh insan Adhyaksa di wilayah perbatasan.

KEJARI NATUNA GUNCANG 81 TAHUN HARI LAHIR KEJAKSAAN DENGAN DOA ANAK YATIM DAN TEKAD PENEGAKAN HUKUM TANPA KOMPROMI

​Momentum usia 81 tahun ini dimanfaatkan Kejari Natuna untuk mengirim sinyal keras ke berbagai lini. Profesionalitas dan integritas ditekankan sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar. Kejaksaan di ujung utara Indonesia ini menegaskan posisinya: hadir sebagai institusi yang humanis namun tidak ragu bertindak tegas demi menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat Natuna.

KEJARI NATUNA GUNCANG 81 TAHUN HARI LAHIR KEJAKSAAN DENGAN DOA ANAK YATIM DAN TEKAD PENEGAKAN HUKUM TANPA KOMPROMI
​Melalui penyelarasan antara sujud syukur dan kepedulian sosial, Kejari Natuna membuktikan bahwa ketegasan penegakan hukum harus berjalan seiring dengan kepekaan sosial. Usia ke-81 bukan sekadar angka, melainkan alarm pengingat agar marwah penegakan hukum di bumi Laut Natuna Utara tetap bersih, berwibawa, dan disegani.

Editor: Edis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *