
Natuna – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Natuna kian mengkhawatirkan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 95 kejadian karhutla melanda berbagai wilayah, khususnya di Bunguran Besar.
Menghadapi situasi ini, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie mendesak penguatan Satuan Tugas (Satgas) hingga tingkat desa serta penambahan infrastruktur pendukung, mengingat petugas di lapangan kerap terkendala medan ekstrem dan krisis air bersih. Dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan di Kantor Bupati Natuna, Senin (24/8/2026),
Kapolres membeberkan sejumlah tantangan berat yang dihadapi tim gabungan saat memadamkan api. Menurutnya, titik api yang berada jauh di dalam kawasan lahan membuat armada pemadam kesulitan menjangkau lokasi, bahkan menyebabkan tiga mobil terjebak dan terperosok.
“Wilayah seperti Cemaga, Padang Hangus, dan Batubi minim sumber air. Penggunaan air laut pun dihindari karena dapat merusak kendaraan operasional,” terang Kapolres Novyan Aris.
Dirinya juga menyampaikan kendala di lapangan seperti, kurangnya panjang selang air dan kapasitas tangki yang terbatas (hanya sekitar tiga ton) memperlambat proses penanganan di lahan seluas belasan hektare.
Melihat eskalasi karhutla dan mulai menyusutnya debit air di Embung Sebayar—yang memicu permintaan air bersih dari masyarakat, kepolisian bersama Pemda berkomitmen mengambil langkah tegas.
Untuk itu, dirinya meminta Bupati Natuna segera membentuk Satgas penanggulangan karhutla di setiap zona hingga tingkat desa untuk mempercepat respons darurat.
”Kita harus dendorong penyediaan titik-titik sumur baru di daerah rawan karhutla yang minim sumber air. Mengintensifkan patroli hingga tingkat desa serta mengedukasi warga agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar,” ungkapnya.
Kapolres Natuna Novyan Aris menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman saat api membesar. “Mitigasi berbasis pencegahan di tingkat akar rumput dan kesiapan logistik menjadi kunci utama keselamatan wilayah Natuna,” pungkasnya. (Tj)