SKANDAL DAPUR MBG di 3T NATUNA, DINDING CUMA 4 MM, KONTRAKTOR “ASAL JADI” ANCAM KESEHATAN ANAK!

SKANDAL DAPUR MBG di 3T NATUNA, DINDING CUMA 4 MM, KONTRAKTOR "ASAL JADI" ANCAM KESEHATAN ANAK!

​NATUNA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai mimpi besar penyelamat masa depan anak-anak di wilayah 3T tercoreng telak. Di balik gelontoran dana miliaran rupiah untuk fasilitas Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sededap, terkuak fakta memprihatinkan di lapangan.

​Berdasarkan pengakuan seorang pekerja bangunan yang enggan disebutkan namanya pada 5 Agustus 2026, terungkap fakta mencengangkan: “Ketebalan dinding dapur hanya 4 mm,” terangnya.

​Standar teknis pembangunan fasilitas dapur MBG di wilayah pesisir tidak boleh ditawar. Iklim laut Natuna yang ekstrem sarat kelembapan tinggi dan kadar garam pekat menuntut material bangunan yang kokoh dan tahan banting.

​Sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) BGN dan Kementerian PU, spesifikasi mutlak untuk bangunan dapur pesisir meliputi:

​Dinding luar wajib menggunakan papan GRC dengan ketebalan 9 mm hingga 12 mm untuk menahan cuaca ekstrem.

​Dinding dalam (Partisi),  Menggunakan GRC dengan ketebalan 6 mm hingga 8 mm. Wajib dilapisi cat anti bakteri yang tahan uap dan minyak, serta sambungan rapat (seamless) agar tidak menjadi sarang kuman, jamur, dan kecoa.

​Memaksakan penggunaan GRC setipis 4 mm adalah pelanggaran fatal. Dinding tipis tersebut dipastikan cepat melengkung, lembap, dan berjamur akibat uap masakan industri, yang pada akhirnya menebar spora penyakit ke dalam makanan anak-anak sekolah.

​Kesulitan logistik di pulau terluar sama sekali bukan pembenaran untuk berkompromi pada mutu bangunan dan mempermainkan keselamatan jiwa anak-anak. Redaksi secara tegas mendesak tindakan nyata tanpa kompromi,

​1. Tahan Pembayaran (PHT/FHO): Satgas Dapur MBG Wilayah 3T dan Badan Gizi Nasional (BGN) wajib menahan seluruh pencairan dana sebelum audit teknis independen dilakukan secara transparan.

​2. Dapur SPPG Desa Sededap dan fasilitas lain yang terbukti menggunakan GRC di bawah standar wajib dibongkar total dan dibangun ulang sesuai Juknis.

​3. Berikan efek jera mutlak dengan memasukkan penyedia jasa yang bermain mata ke dalam daftar hitam.

​Ketegasan Satgas MBG hari ini adalah benteng pertahanan terakhir bagi kesehatan dan masa depan anak-anak di Kepulauan Natuna. Jangan jadikan anak-anak Natuna korban dari proyek dapur “asal jadi”!

Penulis: Teja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *