Kejari Natuna Gembleng Mahasiswa STAI Natuna – Bentuk Calon Penegak Hukum Berintegritas di Wilayah Perbatasan

Kejari Natuna Gembleng Mahasiswa STAI Natuna - Bentuk Calon Penegak Hukum Berintegritas di Wilayah Perbatasan

Natuna – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna bergerak aktif membekali generasi muda di wilayah perbatasan. Menyahuti undangan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, Kejari Natuna memberikan pembekalan krusial bagi mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam yang siap terjun dalam Praktik Kuliah Lapangan (PKL), Sabtu (01/08/2026).

​Hadir sebagai narasumber tunggal, Kasubsi I Bidang Intelijen Kejari Natuna, Ryan Fadillah Santoso, S.H., membakar semangat ribuan calon sarjana hukum tersebut di Ruang Multimedia STAI Natuna melalui pemaparan materi yang lugas dan solutif.

​Dalam paparannya, Ryan tidak hanya mengenalkan profil Kejari Natuna di bawah naungan Kejati Kepulauan Riau, tetapi juga membedah tuntas peran vital Kejaksaan dalam menjaga kedaulatan hukum di garda terdepan NKRI.

​Mengacu pada UU No. 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, Ryan mengikis stigma lama yang menilai peran jaksa sebatas penuntut di ruang sidang.

​”Kejaksaan adalah pilar penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan. Wewenang kita membentang luas mulai dari intelijen penegakan hukum, perdata dan tata usaha negara (Datun), hingga pemulihan aset negara,” tegas Ryan.

​Ia juga menegaskan perbedaan mendasar antara profesi Jaksa dan fungsi Penuntut Umum, guna memberikan wawasan hukum yang komprehensif serta meluruskan miskonsepsi publik selama ini.

Kejari Natuna Gembleng Mahasiswa STAI Natuna - Bentuk Calon Penegak Hukum Berintegritas di Wilayah Perbatasan

​Kejari Natuna turut memaparkan rekam jejak kinerjanya, mulai dari ketegasan dalam memberantas korupsi, pengawalan ketat proyek strategis pemerintah, hingga pendampingan hukum Pemda untuk mengamankan aset daerah.

​Tak berhenti pada teori hukum, pembekalan ini disuntikkan motivasi berkelas. Ryan menantang para mahasiswa untuk membuang jauh mental minder (inferiority complex) hanya karena berasal dari daerah perbatasan.

​Integritas Tanpa Kompromi: Keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang daerah, melainkan kemauan keras, disiplin, dan integritas moral.

​Peluang Setara: Mahasiswa STAI Natuna memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menembus korps Kejaksaan RI, menjadi akademisi, maupun penegak hukum andal lainnya.

Suasana pembekalan berlangsung interaktif dan dinamis. Mahasiswa melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar mekanisme penegakan hukum di wilayah terdepan, peluang karier sebagai Jaksa, hingga tantangan nyata hukum di Natuna.

​Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal solid sebelum mahasiswa turun ke lapangan, sekaligus mengokohkan sinergi berkelanjutan antara Kejari Natuna dan dunia akademis dalam mencetak SDM hukum yang kritis, berintegritas, dan siap mengabdi untuk bangsa.

Editor: Edis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *