
NATUNA — Kasus viralnya kondisi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sededap yang mengalami kerusakan parah dan dinding GRC jebol sebelum dioperasionalkan, menuai sorotan tajam publik. Kendati memegang tanggung jawab strategis sebagai Ketua Satgas Daerah 3T, Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Boy Wijanarko, memilih bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi awak media.
Sikap tertutup petinggi birokrasi daerah ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Muncul dugaan kuat bahwa bungkamnya sang Sekda merupakan bentuk pengabaian terhadap transparansi publik atau justru mengindikasikan adanya “kekuatan besar” yang membekingi pembangunan 14 titik dapur MBG di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) tersebut.

Hingga saat ini, masyarakat Natuna khususnya yang berada di wilayah 3T tetap menantikan kehadiran program nasional ini demi kesejahteraan gizi anak-anak. Namun, insiden ini mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. BGN wajib mengkaji ulang serta memeriksa kelayakan seluruh infrastruktur dapur MBG di Natuna agar benar-benar sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, bukan sekadar proyek asal jadi.
“Kami berharap, anak-anak kami dapat merasakan program mulia dari Bapak Presiden,” ungkap salah satu warga Desa Sededap, Jumat 31 Jun 2026.
Hingga berita ini terbit, Redaksi Natindonews.com masih berikan ruang untuk klarifikasi resmi dari pihak Satgas Dapur MBG untuk wilayah 3T di Natuna. (Tj)